
Kalau sedang mencari coffee shop di Cipete yang tidak hanya mengandalkan kopi, The Post - Coffee and Eatery termasuk tempat yang menarik untuk dimasukkan ke daftar. Lokasinya berada di Jalan Cipete Dalam No. 33, Jakarta Selatan, dan dari Google Maps saat ini tercatat memiliki rating 4,8 dari sekitar 2.600 ulasan.
The Post mulai beroperasi pada 2023 dan sejak awal memang membawa konsep yang sedikit lebih serius daripada coffee shop kecil untuk sekadar membeli secangkir kopi. Ada area indoor dan outdoor, pilihan makanan dari sarapan sampai dinner, serta ruang yang cukup luas untuk nongkrong atau bekerja dengan laptop.
Hal yang paling mudah dikenali dari tempat ini adalah pohon besar yang berada di tengah area indoor. Elemen tersebut bukan sekadar dekorasi; pohon tersebut menjadi pusat ruangan dan membuat interior The Post terasa seperti berada di antara ruang indoor dan taman. Konsep tropical minimalist juga cukup terasa dari penggunaan tanaman, material kayu, dan pencahayaan alami.
Kalau kamu tipe orang yang bisa duduk berjam-jam hanya karena laptop belum selesai dibuka, The Post cukup masuk akal untuk dicoba.
The Post memiliki beberapa karakter ruang yang berbeda. Ada area indoor dengan pohon besar sebagai focal point, area outdoor, dan area lantai atas yang bisa menjadi pilihan ketika ingin suasana yang sedikit berbeda.
Salah satu hal yang cukup sering muncul dalam ulasan maupun artikel mengenai The Post adalah ruangnya yang relatif luas. Beberapa sumber juga menyebut keberadaan rooftop dan private room untuk kebutuhan tertentu.
Interiornya cenderung terang dan tidak terlalu formal. Jadi walaupun tempat ini bisa digunakan untuk bekerja, suasananya tetap terasa seperti coffee shop, bukan coworking space yang kebetulan menjual kopi.
Ini menjadi kelebihan sekaligus kekurangannya.
Untuk ngobrol, meeting santai, makan, atau bekerja sambil sesekali melihat sekitar, suasananya cocok. Tetapi kalau pekerjaanmu membutuhkan kondisi benar-benar hening, kamu tetap perlu memperhatikan waktu kedatangan.
The Post sendiri menyebut konsepnya sebagai tempat dari “kopi pagi” sampai makan malam, dengan area indoor dan outdoor. Situs resminya juga menampilkan beberapa karakter ruang yang bisa digunakan untuk fokus sendiri maupun berkumpul bersama.
Cukup cocok. Bahkan WFC merupakan salah satu alasan kuat untuk datang ke The Post.
Beberapa sumber yang secara khusus membahas tempat ini sebagai coffee shop ramah laptop menyebut Wi-Fi dan colokan sebagai salah satu keunggulannya. Ada ulasan yang mengatakan Wi-Fi cukup kencang dan stabil untuk pekerjaan, Google Meet, serta upload file. Sumber lain juga menyebut stop kontak cukup banyak, terutama di area indoor.
Situs resmi The Post bahkan secara langsung memasukkan “WFC” sebagai salah satu aktivitas yang bisa dilakukan di tempat ini dan menyebut keberadaan colokan.
Artinya, WFC bukan sekadar kesimpulan dari foto atau asumsi karena ada meja. Memang ada indikasi kuat bahwa fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang ingin ditawarkan The Post.
Meski begitu, saya tidak akan menyebut Wi-Fi-nya selalu cepat tanpa catatan. Ada sumber yang memberikan pengalaman positif mengenai koneksi, tetapi terdapat pula ulasan yang mengeluhkan koneksi pada kondisi tertentu. Jadi untuk pekerjaan yang benar-benar bergantung pada internet, koneksi seluler tetap sebaiknya disiapkan sebagai cadangan.
Area indoor juga lebih masuk akal untuk bekerja dibanding outdoor. Selain lebih terlindung dari cuaca, akses ke colokan juga lebih mudah.
The Post cukup serius di bagian kopi.
Situs resminya menyebut mereka melakukan roasting sendiri, sementara pilihan minumannya mencakup espresso, manual brew, dan latte. Pengunjung juga bisa berdiskusi dengan barista mengenai pilihan biji yang tersedia.
Ini membuat The Post terasa lebih seperti coffee shop yang kebetulan punya makanan lengkap, bukan restoran yang sekadar menambahkan mesin espresso di sudut ruangan.
Buat yang suka kopi dengan karakter berbeda, pilihan manual brew bisa menjadi salah satu alasan untuk datang. Sementara untuk pengunjung yang lebih suka minuman berbasis susu atau kopi yang lebih ringan, espresso-based dan latte tetap tersedia.
Beberapa sumber juga menyebut pilihan seperti cappuccino, iced Americano, Japanese Ice Coffee, dan minuman non-kopi.
Jadi kalau temanmu tidak minum kopi, masih ada cukup banyak pilihan lain untuk menemani duduk lama.
Salah satu kelebihan The Post adalah pilihan makanannya.
Menu yang tersedia cukup jauh dari sekadar croissant dan cake. Ada sarapan, pasta, pizza, salad, nasi goreng, hidangan Asia, hingga BBQ. Situs resminya sendiri menampilkan konsep menu yang mencakup breakfast, lunch, dan dinner.
Beberapa menu yang muncul di berbagai sumber antara lain Cakalang Fried Rice, Beef Carbonara, French Toast, Salmon Egg Benedict, pizza, dan berbagai pastry.
Ini cukup berguna untuk WFC.
Kadang masalah bekerja dari coffee shop bukan Wi-Fi atau colokan, tetapi ketika lapar setelah dua jam dan akhirnya harus mencari tempat makan lain. Di The Post, kebutuhan tersebut relatif bisa diselesaikan di tempat yang sama.
Harga memang bukan kategori coffee shop murah. Sumber yang tersedia menempatkan kisaran pengeluaran sekitar Rp75.000–Rp175.000 per orang, walaupun nominal sebenarnya bergantung pada makanan dan minuman yang dipesan.
Ini bagian yang perlu diperhatikan.
The Post punya cukup banyak hal yang membuat orang ingin datang: interior, makanan, kopi, WFC, dan lokasinya di Cipete. Konsekuensinya, tempat ini bukan tipe coffee shop yang bisa diasumsikan selalu tenang.
Beberapa sumber menggambarkannya sebagai tempat yang cukup populer dan ramai. Bahkan ada sumber yang menyebut The Post sering penuh, terutama pada waktu tertentu.
Kalau tujuan utama datang adalah bekerja, pagi hari menjadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding jam makan siang.
Sebaliknya, kalau memang ingin suasana ramai untuk bertemu teman, kondisi tersebut justru bisa menjadi bagian dari pengalaman.
Untuk sistem order, informasi publik yang tersedia belum cukup konsisten untuk memastikan apakah seluruh pesanan dilakukan melalui kasir, QR Code, atau waiter.
Karena itu, bagian ini lebih baik tidak ditebak.
Yang dapat diverifikasi adalah The Post menyediakan layanan dine-in, takeaway, dan reservasi. Beberapa sumber juga mencatat table service sebagai bagian dari fasilitasnya.
Untuk pembayaran, sumber pihak ketiga mencatat kartu kredit dan debit diterima, sementara NFC mobile payment juga tercantum pada database cafe yang mendukung laptop users.
Untuk QRIS, GoPay, OVO, DANA, atau e-wallet tertentu, belum ditemukan informasi yang cukup kuat untuk mencantumkannya sebagai fakta.
Parkir tersedia, tetapi ini bukan bagian yang paling kuat dari The Post.
Beberapa sumber mencatat adanya paid parking, termasuk paid street parking dan valet parking.
Ada juga ulasan pengunjung yang menyinggung keterbatasan parkir ketika kondisi ramai. Karena informasi tarif yang ditemukan berasal dari pengalaman pengunjung dan bukan tarif resmi terbaru, nominal parkir tidak sebaiknya dijadikan patokan.
Kalau datang menggunakan mobil pada jam ramai, parkir layak menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan sebelum berangkat.
Untuk motor, situasinya kemungkinan lebih praktis, tetapi kapasitas aktual dan pembagian area parkir dapat berubah.
Kalau tujuanmu WFC, pagi adalah pilihan yang paling masuk akal.
Datang lebih awal memberi peluang lebih besar untuk memilih meja yang dekat sumber listrik dan mendapatkan suasana yang belum terlalu padat.
Untuk makan atau meeting, menjelang siang juga masih masuk akal. Namun semakin mendekati jam makan, potensi tempat menjadi lebih ramai tentu perlu diperhitungkan.
Untuk nongkrong, sore sampai malam lebih menarik. Area outdoor memberikan pilihan suasana yang berbeda dari area indoor.
The Post saat ini menampilkan jam operasional 08.00–22.00 setiap hari pada situs resminya, sementara beberapa database pihak ketiga dan data Google masih mencantumkan jam 07.00–21.00 pada Minggu–Kamis serta sampai 22.00 Jumat–Sabtu. Karena ada perbedaan ini, informasi jam buka sebaiknya dikonfirmasi kembali sebelum datang, terutama jika ingin datang sangat pagi.
The Post punya modal yang cukup bagus untuk menikmati suasana sore.
Ada area outdoor, tanaman, ruang terbuka, dan rooftop yang membuat tempat ini lebih menarik ketika cahaya mulai berubah menjelang sore. Beberapa sumber juga secara khusus menggambarkan rooftop dan area outdoor sebagai bagian dari daya tarik tempat.
Tetapi ada perbedaan antara suasana golden hour yang bagus dengan sunset view langsung.
Belum ditemukan informasi yang cukup kuat untuk memastikan matahari terbenam dapat terlihat langsung dari posisi duduk tertentu.
Jadi kalau tujuanmu adalah foto dengan cahaya sore, The Post cukup menarik untuk dicoba. Kalau tujuanmu khusus mengejar pemandangan matahari tenggelam, jangan datang dengan ekspektasi bahwa cafe ini merupakan sunset viewpoint.
Ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui sebelum datang.
Pertama, Wi-Fi tersedia dan banyak yang menganggapnya bagus, tetapi performanya tidak boleh dianggap selalu sempurna.
Kedua, colokan tergolong salah satu keunggulan, tetapi tetap lebih aman memilih meja berdasarkan posisi charging point daripada berasumsi setiap meja punya colokan.
Ketiga, tempat bisa ramai. Untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi, waktu datang akan cukup menentukan.
Keempat, parkir bisa menjadi tantangan ketika ramai, terutama untuk mobil.
Kelima, kalau kamu hanya ingin kopi murah dan duduk sebentar, ada kemungkinan The Post terasa agak berlebihan. Tempat ini lebih masuk akal kalau ingin menggabungkan kopi, makanan, ngobrol, atau bekerja dalam satu kunjungan.
Worth it kalau kebutuhanmu lebih dari sekadar ngopi.
The Post terasa cocok untuk orang yang ingin datang pagi, membuka laptop, memesan kopi, kemudian makan tanpa perlu berpindah tempat. Fasilitas WFC-nya cukup kuat, terutama karena tersedia Wi-Fi dan banyak akses colokan.
Di sisi lain, tempat ini bukan pilihan yang otomatis sempurna untuk semua orang. Kalau kamu membutuhkan cafe yang benar-benar sunyi, parkir super mudah, atau Wi-Fi yang harus selalu stabil karena pekerjaan sangat bergantung pada koneksi internet, masih ada beberapa catatan yang perlu diperhitungkan.
Namun untuk kombinasi WFC + kopi + makanan + suasana + tempat yang cukup luas, The Post merupakan salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan di kawasan Cipete.
WFC Score: 8/10.
Nilai ini terutama datang dari kombinasi fasilitas kerja dan ruang yang mendukung, sementara pengurang nilainya adalah potensi ramai serta adanya laporan yang berbeda mengenai kualitas koneksi Wi-Fi.
Kalau datang untuk bekerja, saya akan memilih pagi hari dan area indoor yang dekat dengan colokan.
Kalau datang untuk nongkrong, makan, dan menikmati suasana, sore sampai malam lebih menarik.
Alamat
Jl. Cipete Dalam No.33, RT.2/RW.3, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410
Jam Buka
07.00 – 21.00 WIB
Kisaran Harga
—
Telepon
📍 Lokasi
sunset view
Self Order
Pesan langsung di kasir / counter
Ditambahkan oleh
SpotNgopi
Sejak 14 September 2026
Check-in di sini
Tandai kunjunganmu · hingga +30 XP · Bangun streak!
💡 XP check-in berdasarkan jarakmu ke cafe:
Belum ada penilaian WFC
📊
Belum ada WFC Score
Kamu bisa jadi yang pertama! Nilainya cukup 2 menit
dan sangat membantu para WFHers & pelajar
yang sedang cari spot kerja terbaik. ☕
Pernah WFC di sini? Bagikan pengalamanmu!
WiFi-nya kencang? Colokannya banyak? Suasananya enak buat kerja? Penilaianmu membantu ribuan WFHers & pelajar menemukan spot kerja terbaik di Pontianak — dan kamu dapat reward!
Pernah ngopi di sini? Bagikan pengalamanmu!
0 ulasan
Masuk untuk menulis ulasan
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama!