
Saya pertama kali mendengar nama Tyga Per Ampat dari seseorang yang bilang, “tempatnya agak tersembunyi, tapi kopinya serius.” Kalimat itu cukup untuk membuat saya penasaran. Cafe dengan kualitas kopi yang benar-benar dipikirkan masih tidak mudah ditemukan di Pontianak, dan ketika menemukan satu — biasanya layak untuk diceritakan.
Sore itu saya ke Akcaya, masuk ke jalan yang tidak terlalu ramai, dan menemukan Tyga Per Ampat.
Cafe ini berada di kawasan Akcaya, Pontianak Selatan — tidak di jalan utama yang ramai, tapi cukup mudah ditemukan kalau kamu sudah tahu arahnya. Lokasinya yang agak tersembunyi justru menciptakan suasana yang berbeda: tidak ada lalu lintas yang mengganggu, tidak ada kebisingan dari luar yang masuk ke dalam.
Banyak pengunjung menyebut ini sebagai hidden gem, dan saya setuju. Hidden bukan karena tidak diketahui, tapi karena terasa seperti tempat yang hanya kamu dan orang-orang yang memang mencarinya yang tahu.
Begitu masuk, ada dua hal yang langsung menarik perhatian saya: mesin roasting kopi di sudut ruangan, dan sertifikat yang dipajang di dinding — salah satunya dari belajar kopi di Paris.
Ini bukan dekorasi. Ini adalah pernyataan tentang apa yang diprioritaskan tempat ini.
Dengan roastery sendiri, Tyga Per Ampat bisa mengontrol kualitas biji kopi dari hulu. Kopi yang kamu minum di sini adalah kopi yang disangrai sendiri, bukan dari distributor generik. Dan itu terasa di cangkir.
Saya memesan coffee tonic — menu yang agak jarang ditemukan di cafe Pontianak, dan di sini dibuat dari kopi yang difermentasi selama 24 jam sebelum disajikan.
Rasanya kompleks dengan cara yang menyenangkan: ada rasa asam yang ringan, sedikit effervescent dari tonic water, dan karakter kopi yang tidak tenggelam di balik rasa lain. Ini jelas bukan kopi susu untuk semua orang, tapi untuk yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda — ini worth the try.
Menu lain yang juga direkomendasikan pengunjung: creme brulee coffee dan berbagai varian latte dan iced coffee yang rasanya konsisten.
Di kunjungan berikutnya saya mencoba nasi goreng kampung. Enak — bukan sekadar menu filler supaya ada pilihan makanan di menu. Sweet & sour chicken wings dan tahu pedas juga disebut sebagai favorit oleh beberapa pengunjung yang sudah lebih sering ke sini dari saya.
Kisaran harganya sekitar Rp25.000–Rp50.000, sangat reasonable untuk kualitas yang ditawarkan.
Ambience-nya cozy dan tidak berisik — tipe tempat yang membuat kamu tanpa sadar sudah duduk dua jam lebih. Tidak ramai secara visual, tidak ada distraksi berlebihan. Cocok untuk ngobrol panjang, me time, atau diskusi ringan yang butuh suasana kondusif.
Beberapa pengunjung bahkan menyebut mereka sering menghabiskan 2–3 jam di sini tanpa merasa perlu terburu-buru pergi. Saya merasakan hal yang sama.
Tyga Per Ampat punya identitas yang jelas dan tidak mencoba menjadi tempat untuk semua orang. Cocok untuk pecinta kopi serius, orang yang butuh ketenangan, atau siapa saja yang ingin pengalaman ngopi yang lebih autentik dari sekadar kopi susu dengan es batu.
Kurang cocok kalau tujuan utamamu adalah konten aesthetic atau cafe hopping cepat. Tapi kalau kamu datang untuk kopinya — kamu tidak akan kecewa.
Cafe Tyga Per Ampat adalah salah satu tempat di Pontianak yang membuktikan bahwa keseriusan terhadap kopi dan harga yang terjangkau bisa berjalan beriringan. Roastery sendiri, menu yang thoughtful, suasana yang tenang — semuanya ada di sini tanpa harus membayar mahal.
Kalau kamu belum pernah ke sini, coffee tonic fermentasi 24 jam-nya adalah alasan pertama untuk datang.
Sudah pernah ke Tyga Per Ampat atau punya rekomendasi hidden gem kopi lain di Pontianak? Cerita di kolom komentar ya!
Alamat
Jl. Pang Semangai No.16, Akcaya, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78123
Jam Buka
07.00 – 22:30 WIB
Kisaran Harga
—
Telepon
Self Order
Pesan langsung di kasir / counter
Pernah ngopi di sini? Bagikan pengalamanmu!
0 ulasan
Masuk untuk menulis ulasan
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama!
🏪 Pemilik cafe ini?
Update info, foto, dan fasilitas kapan saja dengan PIN dari admin.